Sabtu, 31 Maret 2012

Kualitas Papan Atas Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic membuat perbedaan di Milan. Dua golnya memastikan Milan tetap memimpin Serie A dengan selisih empat angka.


Zlatan Ibrahimovic scores the penalty - Milan-Roma (Getty Images)
Getty Images
Matahari terbit, burung bernyanyi, anjing menyalak, orang-orang menuju kafe untuk menikmati kopi, dan Zlatan Ibrahimovic mencetak gol untuk kemanangan Milan. Di hari lain, ketika seluruh Italia masih sibuk memperdebatkan hasil imbang I Rossoneri versus Juventus, Ibrahimovic terus saja mendekatkan timnya ke mahkota Serie A lewat dua gol kemenangan atas Roma, Sabtu lalu.
Dalam beberapa hari terakhir, perdebatan sepakbola di Italia masih didominasi adu argumentasi apakah Bianconeri masih layak mengklaim diri sebagai tak terkalahkan di semua kompetisi, dan apakah Barcelona berpeluang mengalahkan Barcelona meski tanpa Thiago Silva dan Mark van Bommel, plus beberapa pemain lainnya.
PENENTU KEMENANGAN MILAN
 MARET
CATANIA tandang31st
 APRIL
FIORENTINA kandang
CHIEVO 
tandang
GENOA kandang
BOLOGNA kandang
SIENA tandang
7th
11th
15th
22nd
29th
 MEI
ATALANTA kandang
INTER tandang
NOVARA kandang
2nd
6th
13th
Juventus boleh saja tidak kalah di Serie A, tapi lihat bandingkan catatan kemenangannya dengan Milan. Juve menang 14 kali, Milan 19 kali. Artinya, Max Allegri lebih sering meraih tiga angka dibanding Antonio Conte.

Ketika melawan Roma, Milan mengawali laga dengan buruk. Namun mereka dengan cepat bisa menguasi laga, dan dua kali nyaris membuka skor lebih dulu. Stephan El Shaarawy membuat upaya pertama, dengan tembakan keras, tapi tembakann melebar. Kedua, ketika tembakannya ditip Maarten Stekelenburg.

Milan sempat kehilangan performa, yang membuat skuad Luis Enrique memanfaatkannya untuk mencetak gol lebih dulu.

Mendorong Francescto Totti bermain di samping Fabio Borini dan Pablo Daniel Osvaldo membuat Roma lebih berbahaya dalam menyerang. Mereka mengancam setiap kali Alessandro Rossi dan Rodrigo Taddei naik ke depan. Adalah layak jika Roma memimpin lebih dululewat gol Osvaldo.

Segalanya menjadi mengkhawatirkan bagi I Rossoneri. Mereka memimpin Serie A dengan empat angka, dan Thiago Silva harus ditarik keluar setelah hanya sepuluh menit berlaga. Di akhir laga, Milan mengumumkan Silva tidak bisa berlaga di Liga Champions.

Namun ada semangat sama di ruang ganti, bahwa Milan -- meski tertinggal satu gol -- harus bangkit dan meraih tiga angka. Inilah kualitas juara. Mereka membuktikannya di babak kedua. Massimo Ambrossini bergerak ke kanan untuk mendapat ruang tembak lebih baik. Ia mendapatkannya, tapi bisa diblok susah payah oleh Daniel De Rossi. Wasit menunjuk titik penalti, meski Gabriel Heinze memprotes. Zlatan Ibrahimovic mengeksekusi dengan baik untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Tujuh menit sebelum laga usai, Simon Kjaer keliru membaca arah bola diagonal ke jantung pertahanan, yang membuat Ibrahimovic menjentik bola ke atas -- melewati kepala Stekelenburg -- dan menanduk ke dalam gawang dengan mudah. Ini gol ke 22 Ibrahimovic dari 13 laga Serie A, yang memberikan kemenangan bagi Milan.

PRODUKSI GOL IBRAHOMOVIC BULAN MARET
3 MaretPALERMO (tandang)Menang 4-03 gol
11 MaretLECCE (kandang)Menang 2-01 gol
17 MaretPARMA (tandang)Menang 2-01 gol
24 MaretROMA (kandang)Menang 2-12 gol
Sejak kembali dari masa hukuman, Ibrahimovic mencetak tujuh gol dalam empat laga. Tanpa Robinho, Alexandre Pato -- dan Kevin-Prince Boateng yang turun sebagai pemain pengganti -- menyebabkan terlalu sedikit wajah familiar di lini delan Milan. Namun, Ibra dengan berani menempatkan diri sebagai pemimpin di lini depan.

Ibrahimovic lebih dari sekadar striker. Mantan pemain Inter dan Barcelona ini telah menjadi true leader bagi I Rossoneri. Seperti tradisi di Milan, senioritas akan menjadi penentu siapa yang akan mengenakan ban kapten. Tentu akan sangat adil jika Ibrahimovic yang kini mengenakan ban kapten Milan.

Dialah sosok yang ditakuti lawan, dan selalu menjadi penentu ketika semua gagal melakukannya. Dia pula yang memenangkan gelar Serie A untuk I Rossoneri.

Selagi Juventus sibuk menghindari kekalahan, Milan terus memenangkan laga. Inilah perbedaan dua klub yang sedang bersaing meraih gelar juara. Adalah Allegri, bukan Antonio Conte, yang tahu kapan timnya tampil tidak meyakinkan dan bisa mengandalkan pemain bintangnya. Ini pula yang menjawab pertanyaan mengapa Milan kini memimpin dengan selisih empat angka.
Mi Diez Ez Ichaelt's

Ingin membaca Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar